m a n n s t e r

May 4, 2008

Akhlak

Filed under: Uncategorized — mannster @ 11:29 pm

AKHLAK ADALAH TEMPAT PANDANGAN TUHAN,RASUL & MANUSIA

Senyumlah selalu, mesralah selalu ia membantu berkasih sayang sesama manusia,
Janganlah ketawa terbahak-bahak, jiwa mati,
Rupanya pun hodoh, buruk sekali,
Ketawa berdekah-dekah lambang kelalaian hati,
Bukan itu cara bermesra, bahkan orang benci,
Janganlah mengada-ada selalu, bergurau berlebih-lebihan, ia akan membawa perbalahan atau orang jemu,
Kalau selalu dilakukan menjadi kebiasaan hilang wibawa diri,
Sedangkan wibawa diri adalah mahal, ia adalah keyakinan orang,
Bahkan ia adalah maruah diri,
Ada maruah adalah kepercayaan orang, tidak ada maruah hilang keyakinan orang,

Bercakap kenalah jaga bahasanya,
Jangan mencarut, jangan mengumpat, jangan bercakap lucah,
ia melambangkan peribadi rendah,
Kehormatan kita hilang, orang tidak segan, harga diri terkorban,
Bercakap kotor melambangkan rendahnya akhlak seseorang,

Akhlak adalah tempat pandangan Tuhan, Rasul dan manusia,
Tidak ada akhlak pada seseorang, orang itu pandaikah, berkuasakah, kayakah kehormatannya hilang,
Keyakinan orang hilang, kepercayaan orang pudar,
Berkelakar berlebih-lebihan orang suka dengar, tapi orang tidak segan,
Sekadar kemesraan tidak mengapa, jangan melampau,
Kerana berlebih-lebihan berkelakar mematikan jiwa, orang tidak percaya,
Awaslah kelakuan kita, biarlah normal,
Agar kepercayaan orang tidak pudar,

AKHLAK MULIA BUNGA DIRI

Akhlak-akhlak mulia adalah bunga-bunga diri,
Kecantikan dan keindahan pada taman peribadi,
Orang melihat senang hati, banyak orang jatuh hati,
Akhlak bunga diri, nilai diri manusia,
Tiada bunga diri, tiada harga diri, tiada siapa menghormati,
Tiada harga diri, tiada siapa pun simpati,
Bahkan orang benci, orang selalu caci dan tidak disenangi,
Pemarah, sombong, hasad dengki adalah kudis-kudis, pekung-pekung yang bernanah,
Haloba, tamak, gila puji, gila nama,
Danur-danur busuk pada diri yang meloyakan tekak,
Orang benci, orang lari, orang caci, orang tidak senang hati,

Tanamlah bunga di dalam diri, sebagai taman yang indah,
Jika tiada bunga diri, kalau pemimpin orang hormat berpura-pura,
Orang takut sayang tiada,
Orang kaya, orang segan hormat tiada,
Ulama tiada bunga diri, orang tiada hormat,
Kata-katanya tiada didengar lagi,
Jika berlaku pada pemuda, orang tolak pinangannya,
Pemudi tiada bunga diri, orang takut meminangnya,

Akhlak bunga diri, taman indah berseri pada peribadi,
Tanamlah bunga dengan banyaknya dalam taman diri kita,
Muka buruk pun dipandang cantik,
Muka yang cantik apatah lagi bertambah cantik dan menarik,
Jika ramailah di dalam sebuah negara rakyatnya mempunyai taman bunga diri,
Rakyat-rakyatnya dimulia, negara bangga, agama bertambah tinggi nilainya,

Setiap peribadi kenalah berusaha menanam bunga di dalam diri,
Terutama para ulama, para pemimpin dan orang-orang kaya,
Kerana mereka tempat pandangan rakyat jelata,
Mereka itulah menjadi model di dalam negara.

ampun maaf
Hamba Allah…

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: